Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) kembali harus berhadapan dengan masalah hukum setelah dilaporkan oleh Pariyadi, Ketua Patriot Garuda Nusantara, terkait isi ceramahnya yang membuat resah warga Bali.Agen bandarq


Pariyadi melaporkan Rizieq ke Polda Bali dengan laporan nomor TBL/248/IV/2017 tanggal 8 Juni 2017 dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP mengenai ujaran kebencian.




Menurut satu diantara pengacara Pariyadi yang tergabung didalam Advokat Merah Putih, Teddy Raharjo, Rizieq diduga menyebarkan kebencian dalam ceramahnya yang punya potensi menyebabkan perseteruan, terutama di Bali.
Ceramah itu diupload ke YouTube pada 17 Agustus 2014, tetapi pelapor mengakui baru tahu pada 21 Mei 2017 dari seseorang rekannya waktu mereka berlatih beladiri.Bandarq online

Ceramah Rizieq itu diupload ke Youtube dengan judul “Sikap Imam Besar FPI Pada ISIS” dihadapan anggota FPI di Markaz Syariah di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat.
Dalam video itu Rizieq mengatakan bakal melumpuhkan beberapa orang diluar Bali untuk dikembalikan ke Bali. Rizieq akan menghancurkan pura-pura atau kuil-kuil di Bali.

“Dia menyatakan bakal menghadirkan umat Islam ke Bali untuk menyerbu serta membakar kuil-kuil di semua Bali. Perkataan ini begitu menggelisahkan serta orang Bali terasa terancam dengan perkataan itu, hingga ambil jalan memberikan laporan masalah tersebut di Polda, ” kata Teddy.
Dalam laporannya, tim pengacara menyerahkan bukti berbentuk rekaman video sepanjang 25 menit dalam format CD dan hasil transkrip rekaman itu.Situs bandarq
Share To:

Jesslyn Huang

Post A Comment:

0 comments so far,add yours