Basuki Tjahaja Purnama Menerangkan Nota Pembelaan yang Ditulis Olehnya ,Ahok Anggap Dirinya seperti Karakter Nemo di Film "Finding Nemo"


Pagi ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan kunjungan dari anak-anak kelas 5 SD Mentari School Jakarta. Basuki atau Ahok memberi kesempatan kepada anak-anak tersebut untuk bertanya kepadanya.


Salah satu siswa melontarkan pertanyaan kepada Ahok. "Apa bagian tersulit selama Bapak menjadi gubernur?" ujar anak tersebut kepadaAhok, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (8/6/2016).



Mendapatkan pertanyaan tersebut, Ahok menjawab bahwa yang paling susah selama menjadi gubernur adalah mempersiapkan dirinya sendiri. Saat menjadi gubernur, kata Ahok, dia sering dikritik dan diancam ketika ingin melakukan hal yang benar. Saat kebijakannya berhasil, tidak ada orang yang berterima kasih kepadanya.Agen PokerV


Ahok mengatakan seorang gubernur harus ikhlas dengan hal itu. Kepada puluhan anak kelas 5 SD tersebut, Ahok pun memutar cuplikan film Finding Nemo melalui layar proyektor. (Baca: Kata Ahok, Hal Ini yang Persulit Jadi Gubernur DKI)


Cuplikan film yang ditunjukan adalah ketika Nemo, salah satu tokoh ikan badut, berusaha membantu ayahnya dan ikan-ikan besar yang sedang terperangkap jaring nelayan.


Nemo menyuruh semua ikan yang terperangkap untuk berenang ke bawah agar jaring tidak terangkat ke permukaan air. Ketika ikan-ikan besar lolos, Nemo pingsan. Namun tidak ada ikan besar yang menolongnya atau mengucapkan terima kasih kepadanya.


"Ketika mereka lepas, Nemo pingsan, ikan itu terima kasih enggak sama Nemo? Tidak. Hanya keluarga saja yang peduli. Ini hal tersulit. Saya memilih mengorbankan diri saya disaat saya bisa lari. Situasi ini sama terjadi di Jakarta. Kita seperti little Nemo," ujar Ahok.

Siswa lainnya, Vigo, juga melontarkan pertanyaan kepada Ahok. Dia bertanya apakah Ahok senang menjadi seorang gubernur. Ahokmengatakan dia senang meskipun banyak hambatan yang dia alami.


"Teman Bapak bilang kenapa kamu kelihatan lebih bahagia sekarang daripada pengusaha," ujar Ahok.

Ahok pun menjawab bahwa dia lebih bahagia menjadi pejabat daripada pengusaha. Dengan menjadi pejabat, dia bisa membantu lebih banyak orang.





Ada yang unik dari pledoi yang dibacakan Ahok. Ia mengulas film Finding Nemo yang bercerita tentang kehidupan seorang ikan di dalam laut.

Ahok mengatakan, papa Nemo tidak memberikan izin Nemo karena khawatir Nemo akan tertangkap karena banyak ikan yang terjepit jaring. Nemo tetap nekat masuk ke jaring karena badannya kecil. Sementara yang masuk ke jaring ikan yang berukuran besar.

"Lalu kita hidup di zaman di mana orang-orang itu berenangnya salah arah, jadi persis seperti ikan, yang benar harusnya berenang ke bawah tapi semua ikan ikut jaring ke atas. Kalau dibiarkan ikut ke atas ikan ikut kejaring dan mati," kata Ahok.

Nemo, lanjut Ahok, tetap berenang berlawanan arah dan arus.

"Begitupun hidup di dunia, kadang kita melawan arus melawan orang yang ke arah berbeda sama kita," ucap Ahok berumpama. Poker Online Terpercaya





Di kisah Finding Nemo, Ahok menambahkan, Nemo nekat melawan arah untuk menyelamatkan Dori si ikan biru. Papa Nemo pun akhirnya mengikhlaskan Nemo untuk masuk. Begitu Nemo berhasil, tak satupun ikan yang mengucapkan terima kasih saat Nemo terkapar pingsan.

"Jadi inilah yang harus kita lakukan. Sekali pun kita melawan arus semua, melawan semua orang berbeda arah kita harus tetap teguh, semua tidak jujur nggak apa-apa, asal kita sendiri jujur. Mungkin setelah itu tidak ada yang terima kasih sama kita, "kata Ahok.

"Jadi orang tanya sama saya kamu siapa saya bilang saya hanya seorang ikan kecil Nemo di tengah Jakarta seperti itu. Ini pelajaran untuk kita,



Dalam pleidoinya, Ahok menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan anak-anak TK di Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu, anak-anak TK menanyakan mengenai sikap Ahok yang berani melawan pihak lainnya.Bandar Poker Online

Menjawab itu, mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengibaratkan dirinya sebagai ikan nemo. Ia mengajak anak TK untuk menonton film Finding Nemo.

"Papa Nemo tidak izinkan Nemo masuk ke jaring, ya jadi jaring tadi Nemo bisa keluar masuk kan? Kalau ikan Nemo enggak mau masuk jaring, boleh enggak? Boleh juga, tapi buat apa dia masuk (jaring) kalau membahayakan nyawanya," kata Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa.

Pada akhirnya, Nemo masuk ke dalam jaring. Meskipun ayahnya telah melarang masuk ke dalam jaring.

Menurut Ahok, saat ini, dirinya hidup di lingkungan orang yang salah arus saat berenang. Sama halnya seperti Nemo.




"Sekalipun kita melawan arus semua, asal kita sendiri jujur mungkin tidak ada yang terimakasih sama kita. Kita juga tak peduli karena Tuhan yang hitung, bukan kita. Ini pelajaran dari film Finding Nemo. Jadi orang nanya ke saya, kamu siapa? Saya hanya ikan kecil Nemo di Jakarta," kata Ahok.



Dalam pembelaannya, Ahok juga bersikeras mengatakan tak ada niat untuk melakukan penodaan agama seperti yang dituduhkan kepada dirinya. Sama halnya seperti yang sebelumnya disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"JPU akui tidak melakukan penistaan agama dan saya bukan penista saya tegaskan tidak menghina golongan apa pun," kata Ahok. 
Agen BandarQ


Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017). Sidang kali ini dengan Basuki Tjahaja Purnama membacakan pledoi atau pembelaannya



Majelis hakim bakal membacakan putusan (vonis) pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa, 9 Mei. Ahok dalam pembelaannya (pleidoi) menyatakan tak pernah menistakan agama atau menghina sekelompok masyarakat.
" Sesuai sama jadwal, jadi putusan bakal kami katakan hari Selasa, tanggal 9 Mei. Karenanya, diperintahkan pada Saudara Terdakwa untuk hadir dalam persidangan itu, " kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto sebelumnya tutup sidang kelanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (25/4/2017).





Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menyebut Ahok melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156 KUHP. 

Dalam sidang pleidoi, Ahok menyatakan dirinya tak pernah menistakan agama. Ini searah dengan tuntutan jaksa yg tidak kenakan Pasal 156 a, tetapi memanfaatkan Pasal 156 berkaitan dengan pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan pada satu atau sebagian kelompok rakyat Indonesia.

Menurut Ahok, dalam pleidoi berjudul 'Tetap Melayani Walaupun Difitnah', ia menyebutkan pidatonya di depan warga jadi permasalahan sesudah Buni Yani mem-posting kutipan video di akun sosial media. Sesudah video kutipan pidato diupload Buni Yani pada 9 Oktober 2016, gelombang memprotes bermunculan. Kumpulan Bandar Judi Online

Ahok menyebutkan senantiasa diserang lewat beragam langkah supaya orang-orang yakin kalau dirinya menodai agama walau dia menegaskan tak pernah Melakukan
" Sebab, sebelumnya ada unggahan Buni Yani yang membuang kata 'pakai' serta diberi tambahan dengan komentar apapun, tak ada reaksi, tak ada komentar, tak ada keberatan, tak ada kegaduhan. Jadi bagaimanapun juga, atas sambutan Saudara BTP (Basuki Tjahaja Purnama) 27 September 2016 di Kepulauan Seribu, orang-orang spesifik bereaksi serta geram yang berlanjut demonstrasi semat-mata cuma lantaran Buni Yani meng-upload video sambutan BTP pada akun YouTube-nya lepas dari motif politik apapun yang melatarbelakangi demo itu akibat Ulah Buni Yani. Jadi unggahan Buni Yani-lah yang dipakai sebagai pintu masuk yang melahirkan memprotes serta desakan selanjutnya, " tutur pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, dalam pleidoi yang disusun tim pengacara.


  • JPU Tak Ajukan Replik


Setelah Selesai Ahok dan Tim kuasa hukum membacakan pembelaan atau pleidoi.

jaksa tidak ajukan replik, majelis hakim pada akhirnya tunda sidang sampai 9 Mei 2017. Agendanya yaitu pembacaan vonis atau tuntutan atas Perkara penistaan agama itu.

" Keputusan Majelis pada Basuki Tjahaja Purnama dengan jadwal,Dan akan disampaikan"

oleh karena itu diperintahkan terdakwa Hadir dalam persidangan putusan, " tutur Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

JPU sendiri tidak memberi replik karena Yakin pada tuntutannya yaitu terdakwa Ahok melanggar Pasal 156 KUHP. Menurut JPU, nota pembelaan Ahok tak ada hal yang baru.

" Ke-2 ada beberapa yang telah diputus hakim (pledoi Ahok) lalu kami mengembalikkan jadwal yang pernah tersendat. Jadi kami rasa lantaran banyak pengulangan kami nilai cukup, kami prinsipnya sesuai sama tuntutan pada sidang 20 April lantas, " terang JPU.

JPU sendiri sudah menuntut terdakwa Ahok setahun penjara dengan saat percobaan dua th.. Ahok dinyatakan dapat dibuktikan dengan cara sah serta memberikan keyakinan tidak mematuhi dakwaan alternatif yaitu Pasal 156 KUHP.

Sesaat dalam sidang agenda pleidoi hari ini, Ahok serta kuasa hukumnya menuntut majelis hakim membebaskan terdakwa lantaran tidak dapat dibuktikan seperti yang dituntut oleh jaksa .
Kumpulan Bandar Judi Online
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours