Gubernur dan wakil gubernur  DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Anies Baswedan berniat melakukan salat Jumat di satu masjid di lokasi Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Dahulu di lokasi tersebut ia memberi janji untuk tidak menggusur sepanjang memimpin Jakarta.

Anies memanglah telah dikejar-kejar oleh janji politiknya sepanjang kampanye pilkada DKI Jakarta. Sesungguhnya penagihan janji itu terlalu berlebih lantaran Anies baru menang dalam real count KPU pada Kamis, 20 April 2017.

Namun Anies sendiri beriktikad untuk mengingatkan janji-janjinya untuk Jakarta. “Ini yaitu hari Jumat pertama setelah warga Jakarta memastikan pilihan pada Rabu tempo hari, ” kata Anies di Masjid Al-Hidayah, Jalan Bukit Duri, Pangkalan I, Jakarta Selatan. Situs BandarQ

“Bagi saya, pemilihan tempo hari itu bukanlah sebatas masalah gubernur serta wakil gubernur, namun masalah janji-janji yang diungkapkan sepanjang kampanye, ” katanya.

Waktu saat kampanye, Anies berkunjung ke Bukit Duri pada Selasa, 15 November 2016. Warga mengeluhkan janji Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam penentuan Gubernur DKI pada 2012 yang tidak akan menggusur mereka.

Di lokasi itu, ada 460 keluarga yang masuk daftar relokasi th. 2016. Waktu pemerintahan Jokowi-Ahok jalan, kampung yang ada di bantaran Kali Ciliwung itu betul-betul direlokasi.


Bahkan juga Ahok, yang menukar Jokowi sebagai gubernur, meneror memperkarakan warga bila menampik. Mereka masihlah menampik lantaran tempat relokasi yang disiapkan yaitu tempat tinggal susun di Rawa Bebek, yang letaknya jauh.

Anies sendiri lewat janji kampanyenya bukanlah tidak bakal merelokasi warga ditempat itu. Ia tetaplah lakukan relokasi, namun lewat cara yang lebih manusiawi. Masalah bagaimana jalannya, kelak bakal dibuktikan sesudah menjabat.

“Kami bakal kerjakan ini dengan manusiawi. Artinya, kami akan memberi jalan keluar pada mereka, tempat baru yang nyaman, yang terjangkau, akses kesehatan serta pendidikan. Itu kriterianya, ” ucap Anies. BandarQ Online

Anies berupaya menunjukkan janjinya bukan pemanis waktu kampanye. Tetapi jalannya akan terjal lantaran rencana relokasinya juga belum detil.

Tidak cuma masalah relokasi, banyak janji kampanye Anies yang dicibir lantaran tampak tidak masuk akal. Satu diantaranya masalah pemenuhan keperluan perumahan murah untuk warga Jakarta.

Ia pernah menjanjikan bakal sediakan tempat tinggal seharga Rp 350 juta dengan duit muka (down payment/DP) 0 rupiah.

Sampai kini, ada ketentuan Bank Indonesia tentang loan to value yang mengatakan beban cost tanggungan bank sebesar 85 % dari harga keseluruhan tempat tinggal. Sisa sebesar 15 % mesti dipenuhi oleh pemohon berbentuk duit muka.


Rusun Rawa Bebek di Cakung, Jakarta Timur, sebagai tempat relokasi warga yang terserang gusuran. Rusun itu terdiri atas enam menara. Setiap menara terdiri atas 6 lantai dengan 125 unit.
Photo : Rachman Haryanto/detikcom

Sedang bunga enteng dalam tempat tinggal program pemerintah (Sarana Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP) cuma dapat diaplikasikan pada nilai tempat tinggal di Jakarta optimal Rp 130 juta. Bila harga nya diatas angka itu, bakal dikelompokkan dalam KPR umum.

Anies serta Sandi pasti mesti putar akal bila menginginkan beriktikad merealisasi janji kampanyenya. Pasalnya, sebagian ketentuan tingkat nasional masihlah menghadang kemauan baik mereka.

Permasalahan lain yang berbenturan dengan ketentuan nasional yaitu masalah transportasi. Anies memiliki komitmen memberdayakan angkot sebagai terobosan atas kemacetan. Argumennya, sekarang ini telah ada 13 juta sepeda motor serta 4 juta mobil dengan 10 juta masyarakat lebih.

Maka dari itu integrasi angkutan umum mesti jadi jalan keluar lantaran tidak gampang melayani semuanya jalur jalanan di Jakarta. Ia juga menjanjikan cost angkot seragam, yaitu Rp 5. 000, dengan manajemen seperti busway, yaitu tiket terusan.

Lagi-lagi masalah ini masih tetap kontroversial lantaran angkot tak ditata dalam Undang-Undang Nomor 22 Th. 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan. Pastinya ketentuan lokal mesti disediakan untuk menanggung janji itu. Agen BandarQ

Tidak cuma itu, bila dirunut satu per satu janji kampanye begitu panjang. Peneliti Transparency International Indonesia, Ibrahim Fahmi Badoh, mengatakan dalam akun Facebook-nya, sekarang ini ada 24 program Anies-Sandi yang perlu ditagih nantinya.

Janji itu salah satunya masalah penghentian reklamasi Teluk Jakarta. Program kontroversial lantaran tersangkut suap yang menyeret anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Sanusi, ini mesti dikoordinasikan dengan pemerintah pusat



Petugas Satpol PP menggusur permukiman yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, 28 September 2016.

Apalagi selama ini beberapa fraksi pendukungnya di DPRD merasa adem ayem dengan reklamasi Teluk Jakarta, termasuk partai Sanusi.

Sandi sendiri memberikan jawaban soal program rumah dengan uang muka nol rupiah. Menurutnya, program ini sangat mungkin dilakukan dengan kerja sama DPRD. Ia optimistis memenuhi masalah kebutuhan perumahan hingga 80 persen.

Bila program ini dijalankan konsisten, perhitungan kepemilikan hunian di DKI Jakarta mencapai 300 ribu program uang muka nol rupiah, sehingga menyediakan 240 ribu hunian.

“Rumah dengan DP nol rupiah ini targetnya mengurangi backlog dari antrean untuk mendapatkan hunian murah ini, yang jumlahnya lebih dari 300 ribu. Target kita bisa berkurang 80 persen selama 5 tahun,” tutur dia.

M. Taufik, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, optimistis program dalam janji kampanye akan dituntaskan. Pembahasan lebih lanjut bakal dilakukan ketika keduanya sudah dilantik.

“Sudah pasti, jelas dilaksanakan kok, nggak ada yang ditonjolkan. Nanti itu baru pembahasannya ada lebih lanjut,” tuturnya.
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours