Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas pendukung pasangan Anies Sandi sedang menghibur diri. Mereka menghibur diri lantaran meramal jika pasangan Anies-Sandi bakal menang mutlak 80 % mengalahkan pasangan nomor urut dua, Ahok Djarot.
Ramalan FPI terkait pasangan Anies Sandi yang bakal menang mutlak 80 % tersebut bukan tanpa alasan. Sebab mereka beralasan bahwa umat Islam sudah memahami terkait isi tafsir dari Qs. Al-Maidah ayat 51.BandarQ Online

“Anies Sandi menang mutlak 80 % karena umat Islam sudah memahami Al-Maidah 51”. Kata FPI disebuah desain yang diposting di fanspage facebook milik Habib Muhammad Rizieq Shihab.


Baca Juga : Spanduk Provokatif Itu Nggak Mutu! 

Dan mereka juga mengeklaim bahwa non muslim sudah menyadari kwalitas cagub muslim. “Dan yang non muslim pun sudah menyadari kwalitas cagub muslim”. Katanya.

Menurut saya tak masalah jika FPI merasa yakin bahwa pasangan Anies Sandi bakal menang mutlak 80 % mengalahkan pasangan petahana Ahok Djarot. Sebab saya menganggap itu bagian dari membangun optimisme yang ditujukan kepada wabil khusus Anies Sandi dan para pendukungnya.

Oleh karena itu penggiringan opini seperti tersebut dirasa FPI sangat perlu, walaupun nanti pada kenyataannya bakal kalah telak melawan Ahok Djarot. Sebab dasar yang dipakai FPI sama sekali tidak jelas. FPI hanya mengandalkan ilmu cocoklogi guna membangun optimisme kepada para pendukung pasangan Anies Sandi.

Namun jika pasangan Anies Sandi benar-benar kalah ini akan berbahaya. Sebab mereka nanti bakal membuat fitnah keji, kurang lebih fitnah keji itu akan mengatakan bahwa Anies Sandi kalah karena dicurangi oleh Ahok Djarot.Situs BandarQ

Tetapi jika seandainya Anies Sandi menang mereka bakal megolok-ngolok pasangan Ahok Djarot. Mereka akan mengolok-ngolok bahwa Ahok Djarot kalah lantaran Tuhan marah, Tuhan marah sebab Ahok diduga menistakan agama. Walaupun padahal sebenarnya mereka menang dengan cara yang curang juga.

Tapi sebaiknya semoga saja Anies Sandi yang tumbang. Karena menurut saya Anies Sandi tak akan mampu mengurus Jakarta. Jika betul-betul menang Anies Sandi bakal diperalat habis oleh ormas radikal yang selalu mengatasnamakan kepentingan agama.

FPI dan ormas radikal lainnya bakal selalu ada dibayang-bayang Anies Sandi. Mereka bakal mengatur habis kebijakan Anies Sandi jika berhasil jadi gubernur. Bisa saja kebijakan Anies Sandi kedepan bakal selalu menguntungkan FPI dan ormas radikal lainnya. Pun warga Jakarta bakal gigit jari.

Kedatangan Zakir Naik, FPI dan Anis Sandi seperti mendapatkan angin segar

Ya sebab dalam ceramahnya tadi (pagi hingga siang) Zakir Naik sempat menyinggung soal Qs. Al-Maidah ayat 51. Dengan bersikeras Zakir Naik mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh memilih pemimpin yang tidak seiman alias kafir. “Sekalipun kafir itu baik, membangun masjid sana-sini umat Islam tetap dilarang memilih calon pemimpin non muslim kafir”. Kata Zakir Naik.

Saya rasa pernyataan Zakir Naik itu yang dibuat acuan oleh FPI untuk menghibur diri bahwa pasangan Anies Sandi bakal menang mutlak 80 %. Kedatangan Zakir Naik di aula kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tersebut sebenarnya memang sudah by design.

Di awali dengan pertemuan Zakir Naik beberapa waktu yang lalu dengan Wapres Jusuf kalla, yang tak lain lagi Jusuf Kalla merupakan pendukung pasangan Anies Sandi.


Kemudian kemarin Zakir Naik juga bertemu dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, yang notabennya Zulkfli Hasan juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu dari beberapa partai pendukung pasangan Anies Sandi.

Sungguh ini memang sangat politis, ceramah provokatif Zakir Naik tadi pagi hingga siang hari dimanfaatkan untuk kepentingan politik guna memenangkan pasangan Anies Sandi pada Pilkada putaran kedua nanti, 19 April 2017.Agen BandarQ

Akhirnya dengan berbangga hati, pasangan Anies Sandi berkeyakinan bakal menang telak melawan pasangan petahana Ahok Djarot. Jadi kita tak heran jika Anies Sandi yang harusnya malam ini dijadwalkan debat di Kompas TV mereka berdua mangkir.

Anies Sandi tak Hadir diacara debat, Prabowo terpukul malu

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno absen hadir dalam acara ‘Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta’ yang ditayangkan langsung Kompas TV dari Djakarta Theater, Minggu (2/4/2017).

Hanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang datang.

Pembawa acara Rosiana Silalahi menyampaikan soal ketidakhadiran Anies-Sandi dalam acara yang dimulai pada sekitar pukul 19.10 WIB.

“Enggak apa-apa, ngga usah baper gitu dong. Show must go on,” kata Rosi.

Menurut Pemimpin Redaksi Kompas TV ini, pihaknya sudah berupaya menghadirkan pasangan nomor tiga.

Lalu Rosi mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menurutnya sudah mendukung acara tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto yang memberikan support dan dukungan. Pak Prabowo jika anda menyaksikan terima kasih. Bagaimana pun bapak sudah mendukung acara ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Rosi.

Pasangan Anies-Sandi diketahui didukung oleh Partai Gerindra.

Sandiaga saat dikonfirmasi Kompas.com pada sekitar pukul 16.30 tadi mengaku akan hadir di acara tersebut.

“Per sekarang sih jadwalnya saya masih konfirm,” ujar Sandiaga.

Soal broadcast yang mengatasnamakan Eep Saefulloh Fatah, yang menyebutkan dirinya tak hadir, Sandiaga mengaku akan menemui konsultan politiknya tersebut.

“Ini saya mau ketemu beliau habis ini,” ujar Sandiaga.

Namun, Sandiaga sempat menyinggung soal format debat Kompas TV itu. Sandiaga sebenarnya meminta tidak perlu menghadirkan pendukung. Ia khawatir ada saling ejek dan menimbulkan perpecahan.

“Jadi saya bilang kenapa gak dibuat formatnya talk show. Kita duduk di sofa saya sama Pak Djarot bersahabat baik,” ujar Sandiaga.

Saat ditegaskan lagi apakah ia akan hadir bersama Anies, Sandiaga mengatakan yang hadir hanya dirinya.

“Ini konsepnya saya sama sama Pak Djarot karena Pak Anies sama Pak Basuki sudah kemarin,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Anies mengisyaratkan tidak akan menghadiri acara adu program Rosi Kompas TV.

Anies mengatakan acara tersebut sedianya akan dihadiri oleh calon wakil gubernur DKI, bukan calon gubernur.

“Oh debatnya (giliran calon) wagub,” ujar Anies di Petojo Selatan, Minggu sore.

Ketika ditanya kembali apakah artinya dia tidak hadir, Anies hanya menggelengkan kepala. Acara debat Rosi Kompas TV ini seharusnya dihadiri oleh dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dan bukan hanya cawagub saja.
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours