Ratusan spanduk bernada provokatif hingga menjurus ke kampanye hitam bertebaran di Jakarta selama perhelatan Pilkada DKI 2017. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengkritik spanduk berbau provokatif yang bertebaran.

"Kami jalan saja untuk bisa memberi pemahaman kepada warga bahwa di pilkada ini, isu yang selalu disampaikan, maaf ya, spanduk yang bertebaran, maaf, itu nggak mutu," kata Djarot di Gelanggang Remaja Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017).Agen PokerV

Djarot mengingatkan kepada seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan. Ia juga tidak ingin pendukungnya terpancing emosi terhadap spanduk provokatif.

"Selalu saya ingatkan ideologi kita itu adalah pancasila yang berbhinneka tunggal ika. Kita harus bersatu padu untuk menguatkan NKRI serta betul-betul melaksanakan amanah konstitusi," tuturnya.



Baca Juga : FPI Mimpi Anies-Sandi Bakal Menang Mutlak 80 %, Pantesan ada Acara Debat di Kompas TV Mangkir!

Selain itu, mantan wali kota Blitar itu mengatakan dia dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu hanya pelayan masyarakat yang dipilih secara demokratis. Djarot menyerahkan kepada warga DKI Jakarta untuk menentukan pilihan pada 19 April mendatang.

"Maka jangan halang-halangi warga memperpanjang kontraknya. Jangan takut-takuti, jangan diintimidasi, itu saja. Biarkan yang menentukan warga," tambahnya

Sebelumya, Bawaslu DKI Jakarta mencatat ada ratusan spanduk yang berisi pesan provokatif bertebaran di Ibu Kota. Spanduk-spanduk itu juga disebut mengarah ke kampanye hitam.Poker Online Terpercaya
"DKI Jakarta memang belakangan ini muncul spanduk yang provokatif, mengarah ke black campaign. Per hari ini kita sudah turunkan 632 titik. Sementara yang mengarah pada alat peraga kampanye yang saat ini sudah dilarang, sekitar 630-an," kata Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Restoran Warung Daun, Cikini




Bawaslu DKI: Ratusan Spanduk Provokatif Masih Menjamur

Bawaslu DKI Jakarta mencatat ada ratusan spanduk yang berisi pesan provokatif bertebaran di Ibu Kota. Spanduk-spanduk itu juga disebut mengarah ke kampanye hitam.

"DKI Jakarta memang belakangan ini muncul spanduk yang provokatif, mengarah ke black campaign. Per hari ini kita sudah turunkan 632 titik. Sementara yang mengarah pada alat peraga kampanye yang saat ini sudah dilarang, sekitar 630-an," kata Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/4/2017).

Hal serupa disampaikan Komisioner KPU DKI Dahliah Umar. Menurutnya, dari kampanye putaran pertama memang sudah ada kampanye hitam terhadap salah satu pasangan calon, namun kali ini lebih berbahaya karena diwarnai ancaman.

"Adanya spanduk-spanduk yang bernuansa ancaman (sekarang)," ucap Dahlia.

"Seluruh pendukung harusnya bersikap lebih santun. Namun faktanya ada kampanye hitam, namun sudah diatasi oleh Bawaslu," ujar Dahlia.

Mimah kemudian berharap suasana damai kampanye kembali digaungkan. Dia meminta tim sukses dan masyarakat kembali kepada prinsip pemilu yang jujur dan adil.

"Jurdil berarti kan membangun suasana damai. Melihat yang terjadi saat ini kayaknya nggak nyampai deh," ujar Mimah.Bandar Poker Online
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours