Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat kalah dalam hitung cepat pilkada DKI Jakarta. Meski kalah, beredar kabar Ahok akan diangkat sebagai menteri kabinet Presiden Joko Widodo.

"Enggak tahu, menteri itu kan bukan hak saya," kata Ahok sambil tertawa, di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (21/4).BandarQ Online

Baca Juga : Mereka yang membesarkan hati Ahok usai kalah Pilgub DKI

Ahok juga membantah kabar akan mengundurkan diri usai tak terpilih kembali jadi gubernur DKI. Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, dia akan menyelesaikan pekerjaannya hingga jabatan sebagai orang nomor satu di DKI selesai pada Oktober mendatang.

"Enggak ada Pak Ahok mundur-mundur. Maju terus kok," tegas Ahok.

Dia mengaku akan menghabiskan waktu bersama keluarga setelah masa baktinya selesai. "Aku cuma pikiran Oktober selesai aku mau jalan-jalan sama keluarga aja, udah lama gak jalan kemana. Ke mana-mana saja deh," ujar dia.

  • PDIP bakal evaluasi kekalahan Ahok-Djarot di Pilgub DKI

Hasil hitung cepat lembaga survei Pilgub DKI putaran dua pasangan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat kalah dari Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. PDIP bakal mengevaluasi kekalahan jagoannya tersebut.Situs BandarQ

"Tiap Pilkada mempunyai tantangan dan karakter yang berbeda. Begitu pun antara Pilkada DKI dan Pilpres tentu juga punya karakter, baik dari segi luas cakupan, isu, maupun tantangannya pasti beda. Meskipun demikian tentu setiap kekalahan harus selalu diwaspadai dan dievaluasi untuk perbaikan ke depan," kata Andreas dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (21/4).

Menurut Andreas, kekalahan Ahok-Djarot tentunya membuat partai pendukung termasuk PDIP kecewa. Terlebih, tim sukses telah bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

"Dari aspek kerja partai, PDIP maksimal. Mesin partai bekerja full," ujar Andreas.

Andreas mengatakan, meski telah maksimal tetapi dalam pemilihan kepala daerah khususnya DKI Jakarta mesin partai belum tentu berhasil meraih kemenangan. Menurut dia, sosok kadang menjadi aspek penentu dalam Pilgub DKI, yang nantinya bakal menjadi evaluasi PDIP.Agen BandarQ

"Cuma dari aspek figur harus klop akseptabilitas publik. Karena soal Pilkada ada dua aspek utama. Mesin partai dan figur. Di luar itu, ada aspek seperti pengelolaan isu, manajemen kampanye, pengamanan suara dan lain-lain, sebagai faktor yang menentukan kemenangan suatu Pilkada," kata dia
Share To:

Jesslyn Huang

Post A Comment:

0 comments so far,add yours