Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) Sedang Membacakan Pledoi ( Nota Pembelaan) Dihadapan Majelis Hakim , Ahok Menyebut dirinya Seperti Ikan Nemo ,Beliau Menegaskan Walaupun Dihina ,saya tetap melayani


Dalam sidang ke-21 yang di gelar di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Ahok membaca sendiri lima halaman pembelaannya dihadapan majelis hakim.Agen PokerV

Sidang Dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memasuki Tahap akhir. Sesudah Jaksa Penuntut Umun membacakan tuntutan 1 th. dengan Masa percobaan 2 Tahun , 20 April lantas, giliran Ahok menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi.




Dalam pembelaan berjudul 'Tetap Melayani Walau Difitnah' tersebut, Ahok menuliskan bahwa JPU mengakui dirinya tidak menista agama.


" Setelah mengiikuti jalannya persidangan, mencermati fakta yang berlangsung selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, dan mendengar serta membaca tuntutan penuntut umum mengaku dan membenarkan bahwa saya tak lakukan penistaan agama, seperti yang dituduhkan pada saya selama ini. Dapat dibuktikan saya bukanlah penista atau penoda agama, " kata Ahok, Jakarta, Selasa 25 April 2017. Poker Online Terpercaya


Ahok menyatakan, dia bukanlah penista agama. Ahok menyebutkan dia adalah korban fitnah dari pengunggah video di Kepulauan Seribu, yaitu Buni Yani.


Dalam Hal ini, kata Ahok, sesuai dengan kenyataan di Kepulauan Seribu. Pada Saat itu , banyak media masa yang meliput sejak awal sampai akhir kunjungannya, bahkan juga ditayangkan segera di Kepulauan Seribu. Tetapi waktu itu tak ada satu Orang punmempermasalahkan, keberatan, atau terasa terhina atas perkataannya itu. Bahkan juga, waktu diwawancara Usai dialog dengan orang-orang Kepulauan Seribu juga tidak ada yang Mempermasalahkan

"Saya tegaskan, saya bukan penista atau penoda agama. Saya juga tidak menghina suatu golongan apa pun. Majelis hakim yang saya muliakan, banyak tulisan yang menyatakan saya ini korban fitnah. Bahkan penuntut umum mengakui adanya peranan Buni Yani dalam perkara ini," ucap Ahok




Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedang mendengarkan Nota Pembelaan yang sedang Dibacakan Oleh Penasihat Hukumnya


Ahok menyampaikan, hal itu baru jadi permasalahan sembilan hari lalu, tepatnya pada 6 Oktober 2016 sesudah Buni Yani mengunggah potongan video pidato dengan menaikkan kalimat yang begitu provokatif.

" Barulah berlangsung pelaporan dari beberapa orang yang mengakui terasa begitu terhina, walau sebenarnya mereka tak pernah mendengar langsung, bahkan juga tak pernah melihat sambutan saya dengan cara utuh, " ujar Ahok. Bandar Poker Online





Ahok menyampaikan, satu diantara tulisan yang menyebutkan dia korban fitnah yaitu Goenawan Mohammad. Stigma itu berawal dari fitnah. Ahok tak mengejek agama Islam. Tetapi, tuduhan itu sehari-hari dilakukan berkali-kali seperti kata pakar propaganda.

Ahok menyatakan, ia sudah dirugikan tiga hal pada masalah yang dituduhkan kepadanya.

" Pertama, difitnah. Dua, dinyatakan bersalah sebelumnya pengadilan, serta diadili dengan hukum menyangsikan. Ada ketidakadilan dalam masalah ini, namun bertepuk tangan untuk kekalahan politik Ahok, " ucap Ahok dalam pleidoinya.






Basuki Tjahaja Purnama (Ahok memberikan Nota Pembelaan kepada Pihak JPU
Sumber Foto : TribunNews

Sekitaran enam pengunjung diusir dari ruangan sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Mereka keluar waktu sidang ke-21 dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi Ahok baru diawali.

Momen berawal waktu majelis hakim buka persidangan serta mempersilakan terdakwa serta tim penasihat hukum mengemukakan nota pembelaan. Agen Domino

" Saudara terdakwa sehat hari ini? Sesuai sama penundaan, hari ini giliran saudara bacakan pleidoi. Siap? Penasihat hukum siap? Silahkan di baca oleh terdakwa lalu penasihat hukum, " tutur Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dwiarso Budi Santiarto di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 25 April 2017.

Sebagian pengunjung yang awal mulanya duduk tenang mendadak berdiri serta meneriakkan takbir. " Allahuakbar... Takbir..., " ucap mereka.


Sumber Foto : Liputan 6

Putusan 9 Mei


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara sudah menjadwalkan pembacaan putusan atau vonis perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Gagasannya, sidang vonis bakal di gelar pada Selasa 9 Mei 2017.

" Sesuai sama jadwal, putusan bakal kami katakan pada 9 Mei 2017. Diperintahkan terdakwa hadir dalam persidangan itu, " tutur Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 25 April 2017.Agen BandarQ

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan semakin lebih cepat karna tak ada pembacaan replik serta duplik. Pihak jaksa penuntut umum (JPU) tetaplah pada tuntutannya, hingga tak perlu ajukan replik. Demikian halnya Ahok serta penasihat hukumnya, tetap pada pembelaannya atau pleidoinya.


Majelis Hakim Mendengarkan Pembacaan Tuntutan dari Pihak Jaksa Penuntut Umum\

Ada 3 Hal yang Bikin Ahok Merasa Diperlakukan Tidak Adil


Ahok menyampaikan pembelaannya atau pleidoi atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Pleidoi yang ditulis dan dibacakan sendiri olehnya itu berjumlah lima halaman.

"Adapun salah satu tulisan yang menyatakan saya korban fitnah adalah tulisan Goenawan Mohamad. Stigma itu bermula dari fitnah, Ahok tidak menghina agama Islam. Tapi tuduhan itu tiap hari dilakukan berulang-ulang, seperti kata ahli propaganda Nazi Jerman," kata Ahok di sidang perkara penodaan agama, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.
ia menyampaikan, bakal jadi kebenaran. Berita dusta itu, senantiasa didengar di masjid-masjid, sosial media (medsos), serta dalam pembicaraan keseharian. " Sangkaan itu sudah bukan menjadi Dugaan, namun menjadi kepastian, " ucap Ahok.

Karenanya, Ahok mengakui, banyak yang menekan dirinya mesti Diprosesdengan cara hukum sampai ke pengadilan. Pasal yang Dijerat, ia memberikan, dari Undang-Undang Penodaan Agama yang dibuat rezim Orde Baru. Menurut Ahok, ini merupakan suatu undang-undang yg batas pelanggarannya yang tidak Terlihat

" Tidak terang juga siapa yang sah mewakili agama yang dinistakan itu, " kata Ahok seraya ajukan pertanyaan.

Atas basic itu, ia terasa diperlakukan tak adil dalam tiga hal. Pertama, dirinya difitnah dengan cara massif. Ke-2, dinyatakan bersalah sebelumnya ada ketentuan pengadilan yang berkekuatan hukum tetaplah. Serta yang ketiga diadili dengan hukum atau pasal yang menyangsikan.

" Ada ketidakadilan dalam masalah ini, namun bertepuk tangan untuk kekalahan politik Ahok. Saat saya pilih mengabdi melayani bangsa terkasih ini, saya masuk ke pemerintahan dengan kesadaran penuh untuk menyejahterakan rakyat otak, perut serta dompet, " tandas Ahok.

  • Vonis Ahok


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjadwalkan pembacaan tuntutan atau vonis perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Rencananya, sidang putusan akan digelar pada Selasa, 9 Mei 2017.

"Sesuai jadwal, putusan akan kami ucapkan pada 9 Mei 2017. Diperintahkan terdakwa hadir dalam persidangan tersebut," ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

Persidangan dengan agenda pembacaan putusan akan lebih cepat karena tidak ada pembacaan replik dan duplik. Pihak jaksa penuntut umum (JPU) tetap pada tuntutannya, sehingga tidak perlu mengajukan replik. Begitu juga Ahok dan penasihat hukumnya, tetap pada pembelaannya atau pleidoinya.Agen Capsa Susun

Ahok sebelumnya dituntut JPU hukuman 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Ahok bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP. Sementara Pasal 156a KUHP digugurkan karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat menodai agama.
Share To:

Jesslyn Huang

Post A Comment:

0 comments so far,add yours