Rahayu Surtiati, pakar bahasa dari Fakultas Pengetahuan Budaya, Kampus Indonesia, 
menyampaikan terdakwa Kasus sangkaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tak jadikan surat Al Maidah sebagai sumber kebohongan.

Rahayu menyebutkan hal semacam ini sekalian untuk menjawab pertanyaan salah seseorang tim penasehat hukum Ahok, tentang banyak tafsiran yang menyebutkan Ahok jadikan surat Al Maidah sebagai sumber kebohongan.Agen BandarQ

" Saya tak sama pendapat, lantaran ada kata 'pakai' yang dapat disimpulkan memakai, " kata Rahayu, dalam persidangan masalah sangkaan penodaan agama, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017)
Rahayu berpandangan, lantaran Ahok memakai kata " gunakan ", bermakna surat Al Maidah sebagai fasilitas serta info alat. Menurut Rahayu, tak ada object dalam pernyataan Ahok yang disangka menodai agama waktu kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.
Rahayu menyampaikan, hal semacam ini tidak sama bila Ahok memakai kata 'merujuk'. Dengan hal tersebut, Ahok jadikan Al Maidah sebagai sumber kebohongan.
" Kalau pembicaraan memakai kata mengacu, bermakna surat Al Maidah jadi sumber (kebohongan), " kata Rahayu Poker Online Terpercaya


Lalu, seseorang anggota tim penasehat hukum Ahok mempertanyakan tentang inti pidato Ahok waktu di Kepulauan Seribu. Rahayu mengakui telah melihat video Ahok dengan cara utuh waktu di check oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.
" Dasarnya sesungguhnya seperti yang disebutkan dalam analisa saya, yakni program perikanan, proses progran perikanan, " kata Rahayu. 

Rahayu melihat siapapun dapat memakai hal apa pun untuk membohongi orang lain.
" Saya bukanlah pakar agama Islam, namun menurut saya, Surat Al-Maidah 51, satu surat dalam Al-Quran, bukanlah  kebohongan. Namun, orang dapat gunakan apa saja untuk membohongi, " kata Rahayu. 

Rahayu sebagai saksi pakar yang di-BAP oleh polisi mempelajari ucapan Ahok lewat video kunjungan kerja Ahok ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dengan durasi satu jam 40 menit lebih.
Menurut Rahayu, perkataan Ahok dalam video kunjungan kerja itu memakai bahasa Indonesia dengan dialek Betawi. Hingga, ada subyek atau objek yg tidak dijelaskan saat perkataan di sampaikan dengan cara lisan. Bandar Poker online
Rahayu juga mengungkap, perkataan Ahok masalah janganlah Mau dibohongi Pakai Surat Al-Maidah 51 pergi dari pengalaman pribadi Ahok.

Hal semacam itu diliat dari permulaan kalimat Ahok yang disampaikan, " Saya ingin narasi ".
Terkecuali Rahayu, ada dua saksi pakar yang didatangkan tim penasehat hukum Ahok. Yaitu KH Ahmad Ishomuddin, pakar agama Islam yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus BesarNahdlatul Ulama (PBNU) DKI Jakarta, dan dosen dari Fakultas Syari'ah IAIN Raden Intan, Lampung.
Lalu C. Djisman Samosir yang bakal jadi saksi pakar hukum pidana. Dia adalah dosen dari Fakultas Hukum Kampus Katolik Parahyangan, Bandung. Sampai jam 11. 35 WIB, persidangan masihlah berjalan dengan dengarkan info dari Rahayu.
Seorang yang mengakui sebagai pendamping pimpinan FPI Rizieq Shihab, memprotes pada pihak kepolisian yang berjaga di Auditorium Kementerian Pertanian, sebagai tempat sidang masalah penodaan agama yang tengah berjalan.
Polisi tak memperbolehkan siapa juga masuk kedalam ruang sidang lantaran kuota 30 orang dari kubu kuasa hukum serta 30 orang dari kubu jaksa penuntut umum, telah tercukupi.
Share To:

Jesslyn Huang

Post A Comment:

0 comments so far,add yours