Goldenqq.net - Calon Gubernur Dki Jakarta Nomor Urut2 , Basuki Tjahaya Purnama tak permasalahkan tentang ulah Massa Atas penolakan Kedatangan Rekan Pemdampingnya Djarot SyaifulHidayat ke Mesjid At-Tin. Kala itu Djarot datang keundangan Perayaan Zikir dalam Rangka memperingati Supersemar Ke-51
dan Haul Presiden ke-2 RI, Soeharto
Basuki Tjahaja purnama yang Akrab disapa AHOK Ini mengatakan , Seharusnya kejadian ini tidak ada yang perlu di gubris , Djarot menrima undangan langsung dari pihak keluarga Soeharto .AgenBandarQ

"Enggaklah, yang penting kan tuan rumah yang ngundang. Tuan rumah rumah enggak nolak, mbak Titiek baik yang terima kok," katanya di Jalan Talang, Menteng, 



"Saya harus tetap hadir karena niat saya, kenapa datang jama 18.00 WIB saya ingin salat Magrib di sana sekaligus disambung dengan salat Isya dan habis salat Isya kami pamit karena masih ada acara yang lain," kata Djarot soal awal mula kedatangannya ke lokasi acara.Bandar Poker Online

Sebelum itu ,Djarot malah Disoraki karena dianggap teman Ahok , dan Gubernur NonAktif basuki Tjahaja Purnama sedang mejadi Terdakwa Kasus Penistaan Agama . Saat masuk ke dari depan gerbang Mesjid ,dan akhirnya disambut oleh anak soeharto, Siti Hediati Heriyadi ( Titiek Soeharto )

Meski menghadiri undangan tersebut tak disambut baik Djarot tetap tegar Dan Berusaha untuk tenang. meskipun seorang pengawalnya sudah mendapatkan pukulan 




"Tapi saya sampaikan kepada pengawal supaya sabar, jangan dilawan. Polisi loh yang dipukuli, bawa pistol loh. Saya bilang hati-hati, jangan dilawan mereka masih belum sadar. Habis dipukul begitu kan capek dia, untuk menghibur kita ajak makan,"Kata Djarot. Poker Online terpercaya

Anies Baswedan terlihat ada juga di acara itu. Sebagai calon gubernur DKI Jakarta yang berkompetisi dengan pasangan Ahok-Djarot, dia menilainya apa yang dihadapi wagub DKI Jakarta nonaktif itu buah dari karakter jelek pemimpin pada warganya. Dia menyebutkan perbuatan tidak baik dari seseorang pemimpin bakal dibalas oleh rakyatnya.

" Karenanya jangan sampai berbuat tidak etis, lantaran orang-orang akan merespon balik. Jadi bila pemimpin menghormati rakyat, Insya Allah rakyat menghormati pemimpin, " sindir Anies di Kebun Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (12/03).

Dia mengklaim akan jadi pemimpin yang mengayomi warganya nantinya dipilih jadi gubernur. Sebab, tuturnya, pemimpin yang baik bakal senantiasa mengajak warganya berdialog.

" Kita juga mengharapkan pada warga siapa saja yang datang dihormati. Siapa saja yang ada di ajak dialog. Menjunjung tinggi adab serta adabnya itu bila ada tamu dihormati, itu adab kita. Ini yang menginginkan kita bangun juga, kepemimpinan yang mengayomi semuanya, "
Share To:

Jesslyn Huang

Post A Comment:

0 comments so far,add yours